Resep Best Cheesy Macaroni Schotel & Investasi Saham
Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer
Resep Sloppy Joe
Resep Garang Asem Iga
Homemade Corned Beef
Resep Rawoga - Rawon Iga
Resep Mi Goreng Sapi
Resep Coto Makassar
Resep Sate Maranggi
Saya suka sekali menonton video tentang traveling, makanan, budaya dan kehidupan masyarakat suatu daerah, ketika semuanya dicombine menjadi sebuah film dokumenter yang menarik maka betapa betahnya saya menonton berjam-jam didepan laptop. Saat ini saya sedang mengikuti film dokumenter dari BBC dengan host Rick Stein yang mengulas kuliner di kawasan Mediterania, mencakup beberapa kota di Yunani, Italia, Spanyol, Prancis, Maroko dan masih banyak lainnya. Rick Stein yang merupakan seorang chef ini memiliki wawasan luas mengenai masing-masing kuliner yang dicicipinya sehingga mampu menjelaskannya dengan apik dan memberikan informasi seputarnya. Kita dibawa bukan hanya ke restoran kelas atas tetapi juga ke resto di pinggiran jalan, ke rumah penduduk yang menyajikan satu hidangan unik, hingga ke ujung gunung dimana sebuah resto terkenal menyajikan satu hidangan yang tak bisa ditemukan di daerah lainnya. Selama perjalanan kita disuguhi dengan pemandangan alam yang indah, kafe-kafe dan jalanan yang cantik, pasar tradisional dan fish market, hingga bagaimana bahan makanan tersebut diambil dari alam dan dimasak di dapur menjadi hidangan yang spektakuler. Sungguh, jika memiliki waktu dan anda berminat dengan kuliner dan traveling seperti saya, maka film dokumenter yang disajikan dengan apik oleh BBC ini layak ditonton untuk mengisi waktu luang dan menambah wawasan.
Klik untuk baca selanjutnya...
Resep Sup Daging Asam Pedas Thai
Di masa pandemi seperti ini ruang gerak terasa terkungkung, mau kemana-mana takut. Weekend dihabiskan mendekam di dalam rumah, saat ngantor di jam makan siang pun lebih banyak duduk manis saja di meja. Rasa bosan merayap tak keruan tapi mau bagaimana lagi, daripada kelayapan tak jelas dan terekspose virus terpaksa menahan-nahan diri untuk keluar rumah atau kantor. Terus terang saya sudah merasa super boring, ingin rasanya segera mengepak koper dan pergi berlibur atau pergi keluar kota ke daerah sejuk penuh pepohonan, minim manusia, berjalan lepas bebas tanpa masker. Betapa nikmat rasanya duduk didepan vila di Puncak bersama keluarga, mengobrol ditemani secangkir kopi susu panas dan sepiring tahu goreng. Arrgh! Saya sungguh mati gaya dengan kondisi ini, dan menyeramkannya kondisi ini diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun depan. Tobat!
Klik untuk baca selanjutnya...
Resep Sup Malatang (Mala Soup)
Sapi Pedas Saus Tiram
Beberapa waktu lalu ada kejadian yang membuat kepala saya pusing, apalagi jika bukan berurusan dengan tikus. Kali ini bukan tikus di halaman yang pernah saya ceritakan disini (dan ternyata nongol lagi lubangnya dilokasi lain dihalaman!), tapi tikus dalam rumah yang entah masuknya dari mana. Setahu saya semua pintu, jendela, dan apapun bentuk interaksi rumah dengan dunia luar selalu tertutup rapat, tapi ternyata tetap saja ada jalan bagi hewan menjijikkan ini untuk masuk. Karena air di rumah saya akhir-akhir ini agak lambat jalannya, maka saya menggunakan kamar mandi belakang yang menggunakan bak penampungan air, bukan shower.
Sambil menunggu air didalam bak terisi penuh, saya habiskan waktu didepan laptop mengerjakan hal lainnya. Saat itu pintu kamar mandi sengaja saya biarkan terbuka agar kucuran air terdengar hingga ke kamar. Untungnya pintu penghubung antara ruangan tengah dengan ruangan belakang tempat dimana kamar mandi, jemuran dan mesin cuci berada telah ditutup. Ketika merasa air sudah memenuhi bak, saya pun berjalan ke kamar mandi berniat mematikan keran air. Betapa terperanjatnya saya kalau seekor tikus hitam super besar meloncat, berlari dan bersembunyi dibalik toilet. Karuan saya menjerit kaget dan otomatis menutup pintu kamar mandi agar si tikus tidak keluar.
Resep Nasi Goreng Kambing
Beragam cara dilakukan rekan-rekan di kantor mengantisipasi masa transisi dan new normal yang mulai diberlakukan oleh Pemda DKI bulan ini. Masa PSBB yang mulai diperlonggar dari sebelumnya dan disebut dengan masa transisi akan berlangsung hingga akhir bulan Juni. Mengingat mayoritas dari kami berangkat dan pulang kantor menggunakan angkutan umum, maka rekan-rekan dikantor termasuk saya mulai membekali diri dengan alat perlindungan diri. Bukan hanya masker yang memang sudah dikenakan sejak awal COVID-19 merambah ke tanah air, tetapi kini kami mulai menggunakan face shield (yang terbuat dari mika transparan untuk menutupi seluruh wajah), topi, jaket dan sarung tangan karet. Semua itu akan dikenakan kalau kondisi mulai berangsur normal, jalanan mulai ramai, transportasi umum mulai bersesak-sesakan dan masa bekerja dari rumah berakhir. Kala interaksi dengan manusia lain semakin tinggi entah itu di kantor atau jalanan, dan kala kegiatan diluar rumah semakin sering dilakukan dan panjang waktunya maka risiko terpapar virus yang masih banyak berkeliaran di masyarakat akan semakin tinggi.
Resep Soto Bandung & Ketika Covid Melanda di Kantor
Akhirnya Covid benar-benar nyata hadir dalam lingkungan sekitar saya, kali ini adalah lingkungan kantor. Tidak main-main, delapan orang karyawan langsung terpapar bersamaan dalam waktu satu minggu saja, jeda masing-masing orang hanya hitungan hari. Setelah satu tahun kami melalui badai pandemi ini dengan aman damai, sepertinya kewaspadaan karyawan menjadi berkurang. Banyak yang sering ngobrol berdekatan, makan bersama dalam jarak dekat, membuka masker di lingkungan kantor dengan alasan merasa sesak nafas jika harus mengenakan masker seharian, hingga 'ngerokok' bareng di area parkiran. Sebenarnya sejak seminggu terakhir satu rekan sales sudah mengalami flu pilek batuk, tetapi tidak demam. Karena tidak demam ini lah maka yang bersangkutan merasa hanya menderita flu ringan biasa dan bukan Covid. Kami pun tak ada yang merasa curiga dan tidak meminta dia untuk tes, bahkan Satgas Covid di kantor tidak bereaksi apa-apa.
Satu minggu itu virus mulai berkeliaran di dalam ruangan, saat weekend satu rekan sales lainnya yang seruangan mengirimkan pesan di WA grup mengatakan dirinya positif Covid ketika di tes swab antigen dan menunggu tes lanjutan PCR. Semua sales yang berada di dalam ruangan yang sama langsung bereaksi heboh, saat itu juga semua melakukan tes antigen untuk mendapatkan hasil yang cepat. Hari itu empat orang dinyatakan positif yang dilanjutkan dengan tes PCR, sisanya hasil negatif tapi kemudian bertumbangan satu persatu. Akhirnya, dari sepuluh orang sales yang berada di dalam ruangan trading tersebut, tujuh orang positif, sementara tiga lainnya sehat dibuktikan dengan tes PCR. Itu adalah kejadian pahit yang lumayan mencekam di kantor dan membuat kami benar-benar ketakutan.
Klik untuk baca selanjutnya...Resep Khoresh-e Bamieh-o-Bademjan
Apa yang anda lakukan saat masa-masa #stayhome yang sepertinya entah kapan akan berakhir ini? Di rumah saja saat krisis ini berbeda dengan di rumah saja saat kondisi normal di hari libur. Saat ini kita benar-benar hanya stay at home, tidak ke mal, tidak nongkrong di kafe, tidak bersantap di resto, tidak bisa ngegym bagi yang maniak olah tubuh, tidak juga berkunjung ke rumah saudara kala weekend, bahkan ke pasar dan supermarketpun terbatas. Intinya tidak kemana-mana. Tentu saja ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan walau terkurung dirumah, tapi ketika hari demi hari berlalu dengan hal yang sama maka rasa bosan mulai muncul. Saya bahkan terkadang lupa dengan hari dan tanggal. Waktu berlalu terasa cepat. Pagi dimulai dan tiba-tiba saja adzan sholat Zuhur di masjid sudah berkumandang. Siang kemudian berlalu dan malam pun tiba. Saya melewatkan banyak waktu didepan laptop berusaha bekerja tapi tidak fokus, memasak resep termudah yang bisa ditemukan, membersihkan rumah dan mengecek tanaman dihalaman. Sejak WFH ini rumah menjadi kinclong, karena waktu luang yang begitu banyak. Rumah ini akhirnya berhasil memperbudak saya untuk membersihkannya setiap hari.
Klik untuk baca selanjutnya...
Resep Tahu Campur
Keluar rumah sekarang menjadi super rempong. Banyak perlengkapan 'perang' yang harus dikenakan, belum lagi berusaha berhati-hati tidak menyentuh apapun selama diperjalanan. Minggu lalu, akhirnya saya berangkat ke kantor juga, setelah hampir 1 minggu mengurung diri di rumah. Sebelum berangkat saya mengenakan dua lapis masker kain, karena khawatir jika hanya selapis saja maka droplets masih tetap tembus dengan masker jenis ini. Saya bahkan membeli kacamata khusus yang biasa dipakai mereka yang mengendarai kendaraan motor roda dua. Kacamata ini lebih lebar, lebih menempel rapat di wajah dibandingkan kaca mata minus yang biasa saya pakai.
Sebenarnya saya berminat membeli kaca mata safety yang lebih lebar dan biasa dipakai untuk melindungi mata kala bekerja di lapangan, tapi ngeri juga jika menjadi viral jadi saya pilih jenis kacamata yang lebih umum. Kacamata ini dibeli di online shop, di gambar terlihat bening dengan gagang berwarna biru. Tampak netral dan tidak mencolok. Ketika datang saya agak shock juga. Walau nyaman dikenakan, menempel rapat dan mampu melindungi mata agar tertutup sempurna, tapi kacamata ini ternyata jenis anti UV sehingga ketika dipakai permukaan kacanya berkilau seperti silver dan tidak tembus pandang. Nyaman jika dibawah sinar matahari terik, tapi menggelikan jika dipakai didalam ruangan atau ketika senja hari. Apa boleh buat, risiko membeli online memang seperti ini, walau tidak sesuai harapan, kacamata tersebut tetap saya kenakan ketika berangkat ke kantor minggu lalu.
Klik untuk baca selanjutnya...
Resep Beef Stew dengan Mashed Potato
Bekerja dari rumah alias work from home ada manis dan pahitnya. Dulu saya berpikir alangkah asyiknya apabila semua pekerjaan kantor ini bisa saya bawa pulang dan dikerjakan di rumah. Posisi saya di bagian project tidak menuntut pekerjaan day to day, tidak terikat pada sistem tertentu sehingga sebenarnya bisa fleksibel dikerjakan dimana saja. Minggu lalu, karena kondisi yang semakin kurang kondusif dan himbauan Gubernur DKI agar perusahaan lebih banyak memperkerjakan karyawan dari rumah, maka kantor tempat saya bekerja pun mulai menerapkan hal tersebut, sebagian besar karyawan 'dirumahkan', termasuk saya.
Bekerja dari rumah ada enaknya, misal tidak perlu bangun terburu-buru dipagi hari untuk mengejar jam masuk kantor. Tidak perlu mandi dipagi hari, berpakaian rapi, berdandan dan mengejar MRT. Alih-alih, bangun bisa agak sedikit siang, waktu bisa dimulai dengan jalan cepat di treadmill 20 menit, atau menyiapkan jus jeruk dan minuman hangat. Bisa juga diisi dengan mantengin tanaman di halaman, mencabut rumput, semprot-semprot pupuk, atau basmi hama. Banyak hal yang bisa dilakukan saat pagi hari dengan santai.

















































