Karena resep yang saya post di Instagram dua tahun belakangan ini lebih update dibandingkan blog, maka saya putuskan mulai hari ini beberapa resep tidak akan dimulai dengan cerita pengantar a la saya yang panjang kali lebar, tapi fokus ke resep yang disajikan. Menulis dan bercerita memang hobi saya, tetapi menulis juga memerlukan waktu, inspirasi dan mood. Artinya, terkadang menghambat resep di blog susah bertambah mengikuti larinya resep di IG. Cerita tetap akan sajikan jika memang mood menulis muncul dan ada story yang ingin diceritakan. Cara ini akan membuat konten resep di blog menjadi lebih banyak, variatif, dan membantu mereka yang hendak mencari resep tertentu tetapi tidak ingin melihatnya di platform social media lainnya.
Tampilkan postingan dengan label Tahu dan Tempe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahu dan Tempe. Tampilkan semua postingan
Tahu a la General's Tso
Resep Hot & Sour Soup
Resep Kembang Tahu Kuah Jahe
Jakarta akhir-akhir ini terasa dingin suhunya, menyenangkan sekaligus jadi alasan untuk mandi sekali sehari saja. Apalagi bekerja dari rumah, tak mandi pagi pun tak masalah, toh tak ada yang tahu. Sejak WFH, saya bahkan tak pernah menyisir rambut, jika seminggu hanya masuk sekali maka hanya sekali itulah rambut ini terkena sisir, hari selebihnya cukup digulung-gulung dan dijepit. Pakaian ala kadarnya saja, daster adalah seragam kebesaran tiap hari, atau terkadang hanya tank top dan celana kuntung. Tak ada yang akan melihat ini. Tapi ada satu kejadian yang membuat saya 'agak' kapok juga bersantai-santai seperti ini, waktu itu ada satu acara sosialisasi online dari OJK, dalam undangan disebutkan peserta wajib mengenakan baju batik. Saya tahu syarat itu diberikan karena nantinya akan ada sesi foto bersama seluruh peserta. Biasanya jika ada sesi foto bersama seperti ini saya tak pernah ikutan, saya biarkan saja kamera dalam posisi off walau host acara berteriak-teriak kami semua diwajibkan menghidupkannya. Kali ini pun saya akan menggunakan strategi yang sama, tetap berdaster dan tidak akan ikutan sesi foto walau disuruh oleh panitia. 😃
Klik untuk baca selanjutnya...
Resep Tahu Campur
Keluar rumah sekarang menjadi super rempong. Banyak perlengkapan 'perang' yang harus dikenakan, belum lagi berusaha berhati-hati tidak menyentuh apapun selama diperjalanan. Minggu lalu, akhirnya saya berangkat ke kantor juga, setelah hampir 1 minggu mengurung diri di rumah. Sebelum berangkat saya mengenakan dua lapis masker kain, karena khawatir jika hanya selapis saja maka droplets masih tetap tembus dengan masker jenis ini. Saya bahkan membeli kacamata khusus yang biasa dipakai mereka yang mengendarai kendaraan motor roda dua. Kacamata ini lebih lebar, lebih menempel rapat di wajah dibandingkan kaca mata minus yang biasa saya pakai.
Sebenarnya saya berminat membeli kaca mata safety yang lebih lebar dan biasa dipakai untuk melindungi mata kala bekerja di lapangan, tapi ngeri juga jika menjadi viral jadi saya pilih jenis kacamata yang lebih umum. Kacamata ini dibeli di online shop, di gambar terlihat bening dengan gagang berwarna biru. Tampak netral dan tidak mencolok. Ketika datang saya agak shock juga. Walau nyaman dikenakan, menempel rapat dan mampu melindungi mata agar tertutup sempurna, tapi kacamata ini ternyata jenis anti UV sehingga ketika dipakai permukaan kacanya berkilau seperti silver dan tidak tembus pandang. Nyaman jika dibawah sinar matahari terik, tapi menggelikan jika dipakai didalam ruangan atau ketika senja hari. Apa boleh buat, risiko membeli online memang seperti ini, walau tidak sesuai harapan, kacamata tersebut tetap saya kenakan ketika berangkat ke kantor minggu lalu.
Klik untuk baca selanjutnya...
Resep Udang Tahu Kuah Tauco Pedas
Purging. Satu kata yang bisa diartikan macam-macam, tapi umumnya mengacu pada purification (pemurnian) atau cleansing (pembersihan). Bila digunakan dalam konteks kesehatan biasanya mengacu pada gangguan makan (purging disorder), dimana satu individu membersihkan dirinya dengan merangsang terjadinya muntah demi menurunkan berat badan. Pada kasus saya tidak berhubungan dengan purging disorder, tapi purging barang-barang di rumah dan isi lemari. Seberapa sering anda melakukan pembersihan isi rumah dan isi lemari pakaian seperti mensortir isinya, memilah mana yang masih diperlukan dan mana yang bisa diberikan ke orang lain? Saya belum pernah melakukannya, walau kegiatan itu sudah masuk dalam rencana di kepala. Tapi minggu lalu saya putuskan lemari pakaian dan barang lainnya di rumah harus segera dilakukan purging, karena memang jumlahnya sudah terlalu banyak dan kebanyakan hanyalah barang atau pakaian yang tidak akan digunakan lagi.
Ada banyak laci dan lemari di rumah yang penuh dengan aneka barang. Rumah yang saya tempati saat ini adalah rumah adik saya, dimana dulunya pernah dihuni oleh beberapa anggota keluarga lainnya. Ketika anggota keluarga ini sudah tidak tinggal disini, mereka meninggalkan aneka barang yang mangkrak di berbagai sudut. Barang tersebut ada di dalam lemari dan kardus. Bahkan adik saya sendiri memiliki banyak perabotan warisan mertuanya yang disimpan di rumah. Misal aneka mebel, lemari pajangan, meja telpon, tempat tidur, dan masih banyak lainnya. Sebenarnya rumah ini cukup besar, tapi dengan banyaknya perabotan ditambah kesukaan saya membeli perabot, tetap terasa penuh sesak.
Langganan:
Postingan (Atom)
(+)












