Happy New Year 2022! Terlambat? Ah, masih di bulan Januari kan ya, jadi suasananya masih tahun baru. Tahun ini harapan saya hanyalah diberikan kesehatan, tak ingin muluk-muluk menargetkan diri dengan goal ini dan itu. Terlalu banyak harapan akan jadi beban, jadi kita lalui saja selangkah demi selangkah bersama hari. Malam tahun baru lalu area kompleks perumahan saya super heboh, kembang api yang diledakkan lebih dahsyat dari tahun-tahun sebelumnya. Lebih lama dan juga lebih bersaing antar kompleks. Suara jeritan dan teriakan orang-orang disepanjang jalan kompleks juga lebih kencang dan riuh. Saya justru melalui hari itu dengan membereskan rumah, sibuk dengan sapu, kain lap dan alat pel sejak pagi hari. Rumah super kotor karena jarang dibersihkan, apalagi sejak renovasi atap rumah di area belakang dua bulan lalu, lantai makin kumuh dari kondisi yang memang sudah kumuh. Badan ini terasa remuk redam, dan kaki pegal linu karena menunda membersihkan rumah berarti menimbun pekerjaan itu di satu hari. Jadi saat pukul dua belas malam tiba saya terkapar di kasur menikmati sejuknya AC dan segarnya wangi sprei yang baru diganti.
Tampilkan postingan dengan label Soup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soup. Tampilkan semua postingan
Resep Spicy Wonton Soup
Resep Sup Jagung Creamy - Creamy Corn Chowder
Biasanya jika keluar dari stasiun MRT di Bendungan Hilir, saya akan berjalan ke arah jalan Dr. Satrio, dari sana akan lanjut naik ojek, atau angkutan umum seperti TransJakarta dan angkot mini. Tapi sejak arah putar balik dibawah jembatan ditutup, tak ada lagi TransJakarta atau angkot mini yang lewat, jadi jika hendak menaiki angkutan umum harus berjalan agak jauh ke halte bis. Akhirnya saya selalu melanjutkan diri naik ojek pangkalan yang banyak parkir di trotoar sepanjang jalan dibawah jembatan. Saya punya langganan tukang ojek, namanya Pak Sobirin. Orangnya sangat baik, ramah dan jika kebunnya sedang panen beliau sering membawakan saya pisang tanduk, kepok atau sukun. Sebagai gantinya, saya kadang memberikan tarif ojek lebih atau oleh-oleh kalau baru saja pulang dari luar kota atau jika ada makanan berlebih di rumah.
Ketika Covid awal melanda Jakarta bulan Maret lalu, jalanan luar biasa sepi dan kantor banyak yang menerapkan work from home, ojek pangkalan pun menghilang, termasuk Pak Sobirin. Karena kondisi pandemi pula, setiap kali ke kantor saya memilih melanjutkan diri menggunakan taksi yang banyak lewat ke arah jalan Dr. Satrio dari jalan Sudirman. Tarif ojek dari stasiun Bendungan Hilir hingga ke depan kantor adalah dua puluh ribu rupiah, walau dengan ojek online tentu saja jauh lebih murah. Naik taksi Blue Bird tarifnya maksimal hanya sepuluh ribu rupiah, tapi selalu saya bayarkan dua puluh ribu rupiah, saya anggap sama saja seperti naik ojek. Tapi perbedaan yang lebih signifikan adalah taksi tentu saja jauh lebih safe dibandingkan ojek dan lebih nyaman.
Resep Hot & Sour Soup
Langganan:
Komentar (Atom)
(+)





